Rumah pengasuhan ketujuh diresmikan di Semarang
Berkapasitas 48 anak, rumah ini melengkapi enam rumah yang sudah beroperasi di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan.
Sepuluh kabar terbaru dari lapangan, ditulis oleh tim yang menjalankan programnya sendiri.
Berkapasitas 48 anak, rumah ini melengkapi enam rumah yang sudah beroperasi di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan.
Pencairan dilakukan langsung ke rekening sekolah agar dana benar-benar terpakai untuk biaya pendidikan.
Tim penjangkauan bekerja pada malam hari di lima titik, mendata dan menawarkan pendampingan tanpa paksaan.
Program enam bulan mencakup keterampilan produksi, pembukuan sederhana, dan akses modal bergulir.
Tahun kesepuluh berturut-turut. Seluruh laporan dapat diunduh publik tanpa permintaan khusus.
Menjahit, tata boga, dan servis elektronik, disiapkan agar anak punya bekal saat keluar dari pengasuhan.
Angka tertinggi sejak lembaga berdiri. Tiga puluh delapan di antaranya masih bertahan pada pemantauan bulan keenam.
Perjanjian baru memuat klausul larangan memungut biaya tambahan kepada anak asuh penerima beasiswa.
Ditemukan 47 anak dengan status gizi kurang, seluruhnya masuk program pemulihan gizi tiga bulan.
Materi mencakup pengenalan tanda kekerasan, komunikasi tanpa hukuman, dan prosedur pelaporan internal.
Donasi rutin membiayai penjangkauan, pengasuhan, dan beasiswa sepanjang tahun.